Sahabat diginote yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?
Sampailah kita pada puasa finansial yang ke-2 Menahan utang menyegerakan tabungan. Dalam artikel kali ini saya kupas tentang tabungan, sebab soal utang sudah saya kupas pada artikel sebelumnya

Yuk, kerjakan kuis singkat ini dulu!

  1. Siapa yang lebih membutuhkan tabungan:
    A. Orang Kaya
    B. Orang Miskin
  2. Siapa yang lebih membutuhkan tabungan:
    A. Orang yang pendapatannya besar
    B. Orang yang pendapatannya kecil
  3. Siapa yang lebih mudah untuk menabung:
    A. Orang kaya
    B. Orang miskin
  4. Siapa yang lebih susah menabung:
    A. Orang yang pendapatannya besar
    B. Orang yang pendapatannya kecil
    Apakah ini yang menjadi jawaban Anda:
  5. B
  6. B
  7. A
  8. B
    Benarkah jawaban Anda di atas? Mari kita kupas!

Paradoks Menabung
Sungguh ironis:
A. Orang yang paling membutuhkan tabungan adalah orang yang paling susah untuk menabung
B. Orang yang paling tidak membutuhkan tabungan justru orang yang paling mudah menabung
Itulah paradoks yang terjadi di masyarakat. Aneh tapi nyata.

Paradoks tersebut akan melahirkan lingkaran setan. Sebuah lingkaran ketidak berdayaan untuk tidak bisa menabung. “Membutuhkan tabungan tapi tidak bisa menabung”.
Itu dialami orang miskin. Atau sebaliknya: “Tidak membutuhkan tabungan tapi mudah sekali untuk menabung”. Itu dialami oleh orang kaya.

Baik orang miskin maupun orang kaya terjerat dalam lingkaran setan. Apa yang menyebabkan terbentuknya lingkaran setan? Pola pikir (mindset) yang salah adalah sumbernya. Mindset kita harus segera direformasi. Harus dihancurkan lalu dibangun ulang.

Mindset salah yang harus segera direformasi:

  1. Hidup sesuai dengan kemampuan
  2. Menabung dari sisa pendapatan
  3. Menabung nanti pas dibutuhkan

Yuk kita kupas, apanya yang salah?

  1. Hidup sesuai dengan kemampuan
    Sekilas tidak ada yang salah jika kita hidup sesuai dengan kemampuan. Artinya kebutuhan dan gaya hidup kita harus disesuaikan dengan besarnya pendapatan. Baru setelah menggunakan lup atau kaca pembesar (baca: cara pandang yang holistik/menyeluruh), kesalahan yang tidak terlihat itu mulai kentara. Inilah kesalahannya: “Jika Anda hidup sesuai dengan kemampuan, berarti tidak ada sisa pendapatan” Betul tidak? Jika tidak mempunyai sisa pendapatan, bagaimana Anda bisa menabung? Apa yang bisa Anda tabung?. Lalu harus bagaimana?

Hiduplah di bawah kemampuan finansial Anda. Jaga agar biaya hidup baik kebutuhan maupan gaya hidup di bawah tingkat pendapatan Anda sehingga tercipta sisa pendapatan yang bisa Anda tabung.

  1. Menabung dari sisa pendapatan
    Menabung dari sisa pendapatan adalah kekeliruan. Sebab jika menunggu ada sisa pendapatan baru ditabung sampai lebaran kuda pun tidak akan pernah ada sisa. Mengapa bisa demikian? Pertama, jika Anda memiliki sisa pendapatan, dorongan untuk membelanjakannya segera muncul dengan adanya banyak penawaran menarik seperti disc up 70%, buy 1 get free 1 yang banyak Anda jumpai di mall atau pun toko. Alhasil, sisa pendapatan itu Anda belanjakan juga karena Anda berpikir: “kesempatan ini jangan disia-siakan, belum tentu besok masih ada”.

Kedua, jika terjadi kenaikan pendapatan, dorongan untuk menaikkan gaya hidup mulai muncul seperti ingin berganti handphone yang lebih bagus, berganti kendaraan yang lebih mahal, pindah rumah yang lebih besar. Alhasil, kembali tidak tersisa pendapatan, meski telah naik.
Jadi, jika menabung dilakukan dari sisa pendapatan, sampai kapan pun menabung adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Lalu apa solusinya? Lanjutkan membaca, akan segera saya berikan jawabannya.

  1. Menabung nanti pas dibutuhkan
    Kapan waktu terbaik untuk menabung?
    Nanti jika telah membutuhkannya. Salah! Jika Anda baru menabung saat telah membutuhkannya, maka Anda tidak mempunyai uang yang dibutuhkan tersebut. Sebaliknya, saat Anda menabung sekarang, saat belum membutuhkannya, maka saat membutuhkan, uang itu sudah tersedia untuk Anda gunakan.
    Menunda untuk menabung sampai Anda membutuhkan adalah kesalahan fatal yang akan membahayakan kesehatan keuangan Anda. Ingat itu!

Sekarang waktunya untuk membetulkan mindset yang salah di atas

  1. Hiduplah di Bawah Kemampuan
    Agar mudah menabung, jangan mencoba untuk mengesankan orang lain dengan menampilkan citra kaya padahal Anda jauh dari itu. Jika itu Anda lakukan Anda akan semakin terperosok dalam sumur utang yang dalam (KPR, KPM, kartu kredit).

Hiduplah di bawah kemampuan finansial Anda dengan:
Pertama, beranilah untuk tampil jujur dengan kemampuan finansial Anda, bahkan berpenampilanlah di bawah kemampuan finansial Anda.

Kedua, kendalikan keinginan dan penuhi kebutuhan. Ada perbedaan mendasar antara keinginan dengan kebutuhan. Keinginan tidak ada batasnya, kebutuhan ada batasnya. Jangan membeli produk karena ingin, biasanya tidak akan Anda pakai atau gunakan. Namun belilah karena butuh, maka Anda akan terus memakai atau menggunakannya. Membeli karena ingin hanya ingin memuaskan ego saja (ingin mendapatkan pujian, merasa bangga dan mengesankan). Membeli karena butuh adalah membeli untuk mengambil manfaatnya.

Ketiga, Tunda kesenangan! Setiap terjadi kenaikan pendapatan atau mendapatkan tambahan pendapatan, jangan gunakan untuk meningkatkan gaya hidup, tapi segera masukan ke pos tabungan. Ada waktu yang tepat untuk menaikkan gaya hidup, yaitu saat tabungan Anda sudah bisa untuk berinvestasi dan menghasilkan passive income. Kondisi di mana passive income sudah lebih dari cukup untuk mengcover biaya hidup Anda, di titik itulah Anda bisa menaikkan gaya hidup.

Keempat, Jangan mengambil utang konsumtif. Hindari utang konsumtif sebisa mungkin. Bersabarlah untuk mengumpulkan sejumlah uang saat Anda membutuhkan suatu produk atau jasa, lalu bayarlah dengan cash. Meski membeli dengan kredit itu meringankan, namun efek kumulatifnya akan terus membebani keuangan Anda.

  1. Ciptakan sisa pendapatan untuk ditabung
    Menyisakan pendapatan sangatlah berbeda dengan sisa pendapatan. Menyisakan pendapatan adalah upaya aktif untuk menciptakan sisa pendapatan tidak peduli sekecil apa pun pendapatan kita. Sebaliknya, sisa pendapatan adalah hal pasif, hanya menunggu sampai pendapatan bersisa.
    Agar mudah menabung yang harus kita lakukan adalah menyisakan pendapatan di muka. Caranya? Pada saat menerima pendapatan, langsung kurangkan sejumlah uang dan tempatkan pada pos tabungan, tidak peduli sekecil apa pun. Baru sisanya bisa digunakan untuk membiayai hidup (konsumsi).
    Jadi, dahulukan saving baru sisanya untuk shoping. Bukan sebaliknya shoping dulu baru saving. Urutan yang berbeda akan memberikan hasil seperti bumi dengan langit.
  2. Menabunglah sekarang saat belum membutuhkan
    Kesalahan ke-3 yang harus segera kita luruskan adalah soal waktu kapan kita menabung? Waktu terbaik untuk menabung adalah sekarang saat kita belum membutuhkan uang. Waktu emas untuk menabung adalah saat kita tidak sedang mengalami kesulitan finansial. Jangan tunggu Anda mengalami masalah keuangan baru menabung. Sebab peran dari tabungan adalah menyediakan dana darurat saat masa darurat datang, yaitu masa-masa Anda membutuhkan uang sementara pendapatan Anda tidak cukup untuk memenuhinya.

Kesalahan Lanjutan

  1. Orang kaya tidak membutuhkan tabungan
    Anggapan bahwa orang kaya tidak membutuhkan tabungan lahir karena didasarkan pada pemahaman yang keliru. Pemahaman itu adalah: “orang kaya adalah orang yang pendapatannya besar”. Pemahaman yang benar adalah: “orang kaya adalah orang yang memiliki banyak aset produktif”. Aset produktif itulah yang memberikan pendapatan terus menerus tanpa si kaya harus bekerja keras. Dari mana aset tersebut diciptakan? Dari uang yang disimpan (ditabung) kemudian diinvestasikan pada instrument investasi, bukan dari pendapatan yang diperoleh. Jadi, orang kaya justru terus menambah jumlah simpanannya untuk bisa terus membeli dan menambah aset-aset produktifnya.
  2. Orang yang pendapatannya besar mudah untuk menabung
    Ini juga jebakkan yang mematikan. Orang yang memiliki pendapatan besar jangan tertipu dengan pendapatannya seolah-olah semua biaya hidupnya bisa dicover dengan pendapatannya tersebut. Ingat, hal itu hanya bisa dilakukan saat ia masih aktif bekerja. Setelah berhenti bekerja karena PHK atau pensiun, maka terhenti pula pendapatannya yang besar tersebut. Alhasil, semua biaya hidupnya tidak tercover lagi. Jadi, meski pendapatan Anda besar dan Anda tidak mengalami kesulitan apa pun untuk mengcover biaya hidup, menabung tetaplah perlu bahkan wajib. Untuk apa? Untuk menyiapkan dana investasi Anda agar saat Anda tidak bekerja, Anda masih tetap memiliki pendapatan dari hasil investasi (aset) yang telah Anda bangun dari tabungan saat masih aktif bekerja. Singkatnya, pensiun tapi tetap kaya.
  3. Orang miskin sulit untuk menabung
    Saya tantang Anda untuk berpikir dan menjawab pertanyaan berikut: “bisakah orang dengan pendapatan 1 juta per bulan menabung sebesar 1 juta per bulan? Saya yakin sebagian besar orang akan menjawab: “tidak bisa”, “tidak mungkin”. Itulah penjara mental yang membui sebagian besar orang dengan pendapatan kecil untuk bisa menabung.

Mari kita robohkan penjaranya.
Menabung 1 juta per bulan dari pendapatan 1 juta per bulan alias menabung 100% dari pendapatan sangat bisa dilakukan jika semua kebutuhan hidup sudah dicover oleh orang lain. Artinya semua pendapatan ditabungkan. Riil saja deh pak, gak ada orang yang bisa seperti itu. Ada. Ok, saya berikan contohnya.
Pertama, pembantu rumah tangga dengan gaji 1 juta misalnya, dia sudah tidak perlu bayar sewa tempat tinggal, makan dan kebutuhan sehari-hari karena sudah dipenuhi semua oleh majikannya, maka ia bisa menabungkan gajinya tersebut 100%.
Kedua, seorang isteri yang bekerja dan mendapatkan gaji, maka ia bisa menyimpan gajinya utuh ke dalam pos tabungan. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari bisa dicover oleh suami atau dengan sumber pendapatan lainnya.
Riilkan kan, benar-benar terjadi kan? Tinggal persoalannya bukan mampu atau tidak Anda melakukannya tapi mau atau tidak. Itu pun tidak harus ekstrim menyimpan 100% pendapatan Anda, cukup 30%, 20% atau 10% pun sudah ok.

Jadi terpatahkan sudah pandangan bahwa:orang miskin sulit untuk menabung”.

Sudah terjawab sekarang, mengapa Anda susah menabung? Bukan karena pendapatan yang kecil kan? Tapi karena mindset dan alokasi pendapatan yang keliru kan?

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda jadi mudah menabung dan ini akan menjadi habit Anda.

Salam Powerful,
Edi Susanto

Categories: Uncategorized

Edi Susanto

Edi Susanto adalah seorang penulis & pembicara motivasi yang berfokus pada peningkatan kinerja dan produktivitas, beliau Direktur Bimbingan Belajar Antusias dan Narasumber talkshow keuangan MNC Trijaya FM Semarang, beliau Penulis 15 buku pengembangan diri, Pembicara seminar di berbagai perusahaan, instansi dan kampus.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *