Gurindam merupakan salah satu bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait. Apabila puisi atau pantun pada umumnya terdiri dari empat baris dalam satu bait, maka gurindam hanya memiliki dua baris dalam tiap bait nya dengan rima yang serupa. Gurindam merupakan salah satu bentuk pengaruh dari sastra hindu yang dibawa dari india, bahkan asal-muasal kata gurindam yaitu berasal dari bahasa tamil kiri ndam yang bermakne perumpamaan. Menulis gurindam pada baris pertama berupa suatu permasalahan sedangkan pada baris kedua berisi kan jawaban atas permasalahan tersebut. Untuk menulis gurindam, penulis harus mengetahui beberapa hal berikut.

Baca juga:https://diginote.id/menulis-puisi-kini-tak-lagi-sulit-dengan-4-tips-ini/

Memahami Ciri-ciri Gurindam

Ciri-ciri gurindam merupakan salah satu bentuk syarat untuk membuat gurindam. Apabila penulis tidak mengikuti ciri-ciri tersebut maka tidak bisa disebut dengan gurindam. Ciri-cirinya adalah

  • Dalam satu gurindam terdiri dari dua baris pada setiap baitnya
  • Satu baris hanya dibatasi 10 hingga 14 kata, tidak boleh kurang ataupun lebih
  • Antara satu baris dengan baris lainnya memiliki hubungan sebab akibat
  • Sajak atau rima yang digunakan dalam gurindam adalah AA, BB, CC, DD
  • Maksud dari gurindam biasanya terdapat pada baris kedua
  • Umumnya gurindam dibuat sebagai bentuk kata kata mutiara, nasehat atau filosofi dari kehidupan manusia.

Memilih Jenis Gurindam

Sebelum menulis gurindam, penulis harus mengetahui jenis gurindam yang akan ditulis. Berdasarkan bentuknya gurindam terdiri dari dua yaitu berangkai dan berkait. Meski terkesan serupa namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Gurindam berangkai adalah setiap kata pada baris pertama dalam setiap bait memiliki kesamaan. Sedangkan gurindam berkait memiliki bait pertama yang saling berkaitan antara satu dengan bait lainnya.

Menentukan Tema

Menulis gurindam sama halnya dengan menulis tulisan lainnya yang juga membutuhkan tema. Tema bersifat luas namun melalui tema yang nantinya akan dikerucutkan menjadi topik pembahasan. Untuk mencari tema, penulis dapat melakukan riset dengan membaca majalah, contoh gurindam, melihat video, membaca buku mengenai gurindam dan lain sebagainya.

Tema yang dipilih sebaiknya yang berhubungan erat degan kemampuan penulis sehingga penulis lebih leluasa dalam mengembangkan ide. Adapun penulis harus memilih Gurindam apa yang akan ditulis. Apakah Gurindam yang berisi nasehat, Gurindam yang merupakan pesan cinta kasih, ataupun Gurindam yang berisi hal hal bersifat keagamaan.

Menata Ide

Menata ide dalam menulis gurindam

Setelah menentukan tema untuk menulis gurindam, kemudian ide disusun oleh sang penulis. Menyusun ide dapat dilakukan pada lembaran kertas kosong atau menggunakan sticky note dan membuat poho ide. Pohon ide akan membantu mengorganisir ide dan menata ide menjadi lebih terarah.

Memilih Kosakata

Dalam pemilihan kosakata, gurindam tidak menggunakan kata kata yang biasa digunakan sehari-hari. Untuk itu penulis harus melakukan riset atas gurindam gurindam sebelumnya, untuk memperkaya kosakata yang banyak digunakan penulis gurindam. Memilih kosakata juga harus tetap memperhatikan rima atau sajak sehingga antara bait satu dengan bait yang lainnya tetap berkaitan.

Membuat Larik

Larik atau lirik merupakan kalimat yang digunakan pada setiap baris dalam bait gurindam. Sebagaimana diketahui bahwa satu barisannya dapat berisi 10 hingga 14 kata. Selain itu juga harus tetap memperhatikan rima dan sajak. Untuk itu dalam penyusunan kosakata membentuk larik, penulis harus tetap memperhatikan keduanya.

Kelogisan

Setelah menyusun kosakata menjadi sebuah larik, kini penulis harus menguji kelogisan dari larik tersebut. Apakah antara lari yang satu dengan yang lainnya memiliki hubungan sebab akibat. Apakah penggunaan kosakata saling berkaitan. Sehingga gurindam nantinya akan enak dibaca.

Contoh Gurindam Raja Ali Haji

Selama satu Gurindam yang sangat terkenal adalah yang dibuat oleh pahlawan asal kepulauan Riau yaitu raja Ali Haji. Gurindam ini disebut dengan Gurindam 12, karena memiliki 12 pasal. Berikut ini adalah salah satu pasal dari Gurindam tersebut.

raja ali haji

  Gurindam pasal 3

Apabila terpelihara mata,

Sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,

Khabar yang jahat tiadaiah damping.

Apabila terpelihara lidah,

Niscaya dapat daripadanya paedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,

Daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,

Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.

Anggota tengah hendaklah ingat,

Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki,

Daripada berjaian yang membawa rugi.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *