Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Definisi cerpen yang sesungguhnya adalah karangan bebas yang bercerita tentang serangkaian kejadian dengan plot atau alur yang terbatas, jumlah kata serta halaman yang lebih sedikit. Cerpen memiliki banyak genre, mulai dari cerpen horor, cerpen romantis, cerpen anak remaja dan banyak jenis yang merupakan kejadian sahari-hari.

Cerpen Romantis

Pada dasarnya cerpen digolongkan ke dalam prosa fiksi  atau cerita imajinatif yang tidak benar benar terjadi. Namun kini sudah banyak ditemukan cerpen yang merupakan pengalaman pribadi seseorang yang kemudian dituliskan menjadi sebuat cerita. Hal ini paling sering ditemukan pada jenis cerpen romantis yang mana ketika para penulis menuangkan segala rasanya menjadi cerita yang mampu menghibut banyak orang. Berikut ini adalah tips menulis cerpen romantis.

Ide Cerita

Dalam menulis cerpen, tentu yang harus dipikirkan pertama adalah ide cerita. Ide cerita seperti apa yang akan dituangkan menjadi sebuah cerita menarik. Mudahnya adalah ide cerita yang datang apakah menurut pengalaman pribadi ataukah pengalaman orang. Biasanya seorang penulis menemukan ide terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menulis cerpen.

Ide cerita cerpen juga akan berhubungan dengan target pembaca. Siapa kira kira yang akan membaca cerpen kalian? Biasanya cerpen romantis memiliki pembaca di kalangan remaja atau kalangan wanita. Hal ini kemudian menjadi catatan khusus untuk penggunaan Bahasa serta istilah agar nyambung dengan para pembaca.

Baca juga: https://diginote.id/pemula-butuh-penerbit-ini-5-rekomendasinya/

Ringkasan Plot

Plot atau alur cerita pada cerpen lebih singkat dibandingkan dengan novel. Apabila novel mampu menjelaskan jalannya alur secara detail, maka cerpen hanya bisa menjelaskan inti dari alur cerita. Hal ini juga karen cerpen memiliki ciri yaitu mengangkat satu masalah tunggal yang tidak se-complicated novel. So that, para penulis tidak perlu terlalu banyak memikirankan yang susah, hanya perlu alur simple dan mudah dimengerti.

Klimaks

Menulis cerpen diperlukan adanya klimaks. Meskipun masalah cerpen adalah masalah tunggal, namun penulis tetap harus menentukan pada bagian mana ia akan meletakkan puncak permasalahan.

Sudut Pandang

Sudut pandang dalam cerpen ataupun novel umumnya sama. Penulis harus memilih, dalam bercerita apakah ia seorang pemeran utama ataukah sebagai orang ketiga yang menceritakan kejadian orang lain. Apabila penulis memilih menjadi orang pertama atau pemeran utama, maka cerpen akan semakin sulit karena alur cerita hanya satu arah dan penulis tidak dapat mewakilkan peran lainnya.

Tokoh

Tips berikutnya adalah tokoh atau penokohan. Dalam cerpen tersebut siapa saja tokohnya dan apa perannya. Selain itu ada juga istilah protagonist atau pemeran baik, dan antagonis pemeran jahat. Siapa yang akan menjadi peran utama, siapa lawannya, dan lain lain. Penokohan dalam cerpen tidak perlu terlalu banyak, yang penting memiliki peran yang sesungguhnya. Sehingga para penulis harus lebih pintar dalam melakukan penokohan.

Menentukan karakter tokoh dalam cerpen juga diperlukan ketelitian yang tinggi. diharapkan karakter pada tokoh yang sedikit mampu menguasai dan mengisi jalannya alur yang telah ditentukan. Kuantitas tokoh yang sedikit pada cerpen, membuat kualitas yang dimiliki harus jauh lebih tinggi.

Ending

Akhir Cerpen

Bagian akhir dari cerita atau yang disebut dengan ending merupakan salah satu bagian penting. Dalam menulis cerpen, akhir dari cerita harus dipertimbangkan sejak awal menulis. Bagian ini menjadi berarti karena termasuk salah satu poin penilaian apakah cerpen tersebut layak disebut bagus atau tidak.

Ending harus ditentukan secara berhati-hati, karena dapat menjadi nilai plus bagi karya berikutnya penulis tersebut. Ketika ending mampu mengesankan para pembaca, maka akan terdapat penantian atas karya karya berikutnya serta tidak menyisakan penyesalan bagi pembaca.

Terdapat tiga jenis ending cerpen yang umum digunakan. Diantaranya adalah ending tak terduga atau ending yang mampu mengagetkan para pembaca tanpa mengisyaratkan dugaan suatu kejadian. Kedua adalah open ending atau ending yang menggantung yaitu membuat pembaca menjadi penasaran dan menerka. Ketiga yaitu close ending atau menutup semua bagian cerita secara sempurna tanpa menyisakan rasa penasaran.

Tips membuat ending cerita yang baik adalah dengan tidak tergesa-gesa ketika sedang menulis ending. Pastikan semuanya tetap tenang, mendetail dan menyeluruh.

Demikian sedikit tips dari saya ekonovianto.id, dalam hal kepenulisan untuk SEO, dimana saya sendiri sudah berkecimpung lama dalam dunia jasa seo, khususnya jasa seo di semarang. Mari bersilaturahim melalui web personal saya, untuk berdiskusi lebih jauh mengenai SEO atau digital marketing. Selain seorang internet marketer saya merupakan bisnis owner di beberapa bidang bisnis seperti studio pelangi , sewa videotron, dan perusahaan digital yang membantu UMKM yaitu oke digital agency.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *