Cerpen Horor merupakan salah satu genre cerita pendek. Cerita pender sendiri adalah karangan bebas yang menyampaikan tentang serangkaian kejadian dengan plot atau alur, jumlah kata serta halaman yang terbatas. Horor memiliki makan sesuatu yang dapat menimbulkan ketakutan pada diri seseorang. Biasanya horor memiliki ikatan erat dengan hal mistis seperti makhluk gaib.

Cerita Horor

Dalam menulis cerpen horor tentu memiliki tantangan tersendiri, yang mana penulis harus mampu membawa aura seram kepada pembaca tanpa visual. Hanya melalui kata-kata bagaimana penulis melakukan hal tersebut. Hal ini menjadi alasan mengapa kini cerpen horor tidak terlalu banyak dibandingkan dengan genre cerpen lainnya. Berikut ini adalah beberapa tips menulis cerpen horor menyeramkan.

Riset Cerpen Horor

Hal pertama yang harus dilakukan adalah riset. Melakukan riset terlihat mudah, akan tetapi dibutuhkan ketelitian. Penulis sebaiknya melakukan riset sebelum mengembangkan cerita untuk mengetahui bagaimana membawa aura menakutkan agar pembaca juga merasakannya. Selain itu dengan riset dapat menjadi bahan inspirasi bagi penulis, sehingga memiliki pandangan baru yang lebih luas untuk mengembangkan cerita.

Baca juga: https://diginote.id/apa-itu-pramenulis-prewriting/

Penulis dapat melakukan riset dengan mencari cerpen horor yang memiliki rating bagus. Kemudian mencoba mendalami gaya penulisan, alur cerita hingga klimaks dari cerpen tersebut. Pada tahap ini, biasanya penulis bisa langsung menemukan ide cerita yang akan ditulis juga judulnya.

Kembangkan Cerita

Kedua adalah mengembangkan cerita yang telah ditemukan pada tahap pertama. Dalam mengembangkan cerita dapat dibantu dengan mengingat kembali pengalaman pribadi yang juga horor atau cerita rekan. Dari cerita tersebut, lalu highlight bagian terseram yang bisa menjadi bahan untuk mengembangkan cerpen horor. Misalnya dengan menambahkan bagian bagian terseram ke dalam cerpen.

Tips yang harus dipegang dalam mengembangkan cerita adalah seorang penulis sebaiknya menggunakan deskripsi yang bersifat general. Deskripsi yang bersifat general adalah yang dekat dan mudah dipahami banyak orang. Misalnya dengan tidak menggunakan istilah yang sulit atau plot yang ribet.

Detail Situasi

Ketiga adalah detail situasi. Menulis cerita jauh berbeda dengan membuat film atau tayangan. Dalam membuat film, penonton bisa secara langsung mendapat gambaran bagaimana keseraman suatu cerita. Namun melalui cerpen, penulis hanya bisa menggunakan kata-kata. Akan tetapi dengan menggunakan kata-kata, bagaimana penulis memastikan bahwa pembaca akan merasakan feeling seram.  Sehingga yang harus dilakukan adalah menggambarkan situasi secara detail.

Mengapa harus menggambarkan situasi secara detail? Karena dengan begitu maka para pembaca secara langsung akan bisa membayangkan bagaimana situasi tersebut terjadi. Misalnya dengan menuliskan “malam hari yang sangat sunyi tepatnya pukul 12 malam, rani berjalan di Lorong kosong dengan lampu yang redup” maka secara otomatis, aura seram pada kalimat tersebut akan langsung tergambar pada visual pembaca.

Tentukan Korban

Korban dalam cerita horor

Keempat adalah menentukan siapa yang akan menjadi korban dari cerita tersebut. Apakah pemeran utama ataukah tokoh lainnya. Dengan menentukan korban maka dapat membantu penulis untuk mengembangkan bagaimana tokoh tersebut bertindak dalam cerita. Seperti sifatnya dan kebiasaannya di dalam cerita yang akan membantu bagaimana plot berjalan sehingga tokoh tersebut menjadi korban.

Setelah menentukan siapa korbannya, sebaiknya penulis memulai dengan membuat terror yang bersifat intensif. Meskipun hanya terror ringan, setidaknya menjadi trigger dan membuat pembaca semakin penasaran kenapa korban mendapat terror. Ini akan menjadi suatu titik penulis membuat strategi agar pembaca semakin penasaran dan tidak menebak siapa korbannya.

Klimaks

Klimaks merupakan titik puncak dari cerpen tersebut. Apabila cerpen pada biasanya memiliki puncak cerita pada bagian tengah, namun klimaks bagi cerpen horor terdapat pada bagian mendekat akhir. Mengapa? karena cerita horos memiliki misteri tersendiri, apabila antara klimaks dan terpecahnya misteri berjarak jauh seperti ditengah cerita, maka kemungkinan pembaca akan merasa bosan.

Klimaks pada cerpen horor berisi tentang puncak dari terror hingga sang korban merasakan ketakutan yang tidak terkontrol. Pada klimaks, penulis harus pintar memasukan part terror yang memang sangat meyeramkan untuk menjadi klimaks cerpen. Sehingga nantinya tetap akan menjadi gong dari cerpen tersebut.

Demikian sedikit tips dari saya ekonovianto.id, dalam hal kepenulisan untuk SEO, dimana saya sendiri sudah berkecimpung lama dalam dunia jasa seo, khususnya jasa seo di semarang. Mari bersilaturahim melalui web personal saya, untuk berdiskusi lebih jauh mengenai SEO atau digital marketing. Selain seorang internet marketer saya merupakan bisnis owner di beberapa bidang bisnis seperti studio pelangi , sewa videotron, dan perusahaan digital yang membantu UMKM yaitu oke digital agency.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *