Terdapat berbagai macam jenis artikel dalam mesin pencarian. Salah satunya adalah artikel akademik. Artikel akademik adalah artikel berbasis sains. Biasanya yang paling sering dijumpai adalah artikel kesehatan. Artikel berbobot akademik menyediakan informasi yang memang benar adanya berdaskan ilmu pengetahuan. Namun sayangnya, menulis artikel akademik tidak semudah yang dibayangkan.

writing academic paper

Menulis artikel akademik tidak bisa sembarangan, karena pembaca akan benar-benar mempercayai apabila websiternya merupakan website sains. Maka dari itu ada beberapa tips menulis artikel akademik yang harus diperhatikan:

1) Informasi Berbobot

Pertama adalah informasi yang disediakan harus informasi berbobot. Apa yang dimaksud dengan informasi berbobot? Informasi berbobot adalah informasi yang memang benar adanya dan terlah diuji secara ilmu pengetahuan. Informasi yang berbobot biasanya menyertakan bukti misalnya, table hasil penelitian lab. Dengan demikian maka informasi tersebut nantinya dapat dijadikan pedoman atau sumber referensi bagi tulisan lainnya.

Untuk mendaptkan informasi yang berbobot, diperlukan adanya penelitian yang mendalam. Biasanya penulis akan mencari informasi atau yang disebut dengan riset sebelum membuat tulisan tersebut. Riset dapat dilakukan pada sumber-sumber yang kredibilitasnya telah diakui. Namun tetap harus memperhatikan plagiarisme. Penulis tidak bisa hanya sekedar copy paste, namun diharuskan menyusun kalimatnya sendiri. Selain itu juga jangan lupa mencantumkan sumber informasi.

2) Sumber Kredibel

Kedua adalah sumber yang kredibel. Kredibilitas merupakan kolaborasi antara kapabilitas (kemampuan), kualitas, dan kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Sumber yang kredibel adalah sumber yang mampu memberikan kepercayaan kepada pembaca.

Apa saja yang termasuk dalam sumber kredibel?

Untuk penulisan akademik atau berbasis ilmu pengetahuan, sumber yang kredibel diantaranya adalah buku, jurnal, dan website pemerintah. Buku yang dimaksudkan disini adalah buku yang bersangkutan dengan tema artikel dan merupakan buku ilmu pengetahuan. Buku dapat berbentuk cetakan buku atau ebook yang bisa didapatkan pada beberapa website.

Jurnal adalah artikel ilmiah yang telah melewati uji coba berdasarkan teori. Untuk mendapatkan jurnal publiksi sangat mudah, salah satunya adalah melalui google scholar. Biasanya jurnal banyak yang menggunakan Bahasa Inggris, hal ini tentu diperlukan terjemahan terlebih dahulu lalu mencantumkan pada artikel anda. Selain itu juga jurnal dapat ditemukan melalui hasil skripsi maupun tesis seseorang yang mudah ditemukan pada website institusi.

Sumber kredibel terakhir adalah website pemerintah. Mengapa website pemerintah? Karena infromasi yang dicantumkan pada website pemerintah biasanya telah melalui penyaringan serta klarifikasi kebenaran. Salah satu cara mendapatkan informasi melalui website pemerintah adalah dengan menyertakan kata nih gov pada kotak mesin pencarian.

3) Sertakan Referensi

Satu hal penting lainnya yang sering terlupakan adalah mencantumkan referensi. Referensi berisi tentang sumber dari informasi yang dicantumkan. Apa gunanya mencantumkan referensi? Gua dari mencantumkan referensi agar para pembaca mengetahui dari mana anda menemukan informasi yang dicantumkan. Selain itu juga meyakinkan pembaca bahwa sumber informasi anda memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. Dengan demikian, pembaca akan menandai website anda adalah website yang terpercaya.

Tips lainnya yang dapat digunakan adalah menggunakan footnote. Caranya dengan membuat penomoran pada kalimat yang dikutip dan sertakan sumber pada bagian akhir artikel. Hal ini untuk memudahkan pembaca apabila hendak melakukan pendalaman kalimat, maka pembaca bisa langsung menuju ke sumber yang dicantumkan.

Baca juga https://diginote.id/kelebihan-dan-kekurangan-penggunaan-jurnal-untuk-referensi/

4) Bahasa yang Baku

Penulisan artikel akademik sebaiknya menggunakan Bahasa yang baku. Karena Bahasa yang digunakan adalah Bahasa formal. Fungsinya adalah sebagai bentuk formalitas, menekankan keseriusan dalam tulisan tersebut, dan memudahkan penulis ketika mengutip dari sumber yang telah menggunakan Bahasa baku atau Bahasa yang formal.

Bahasa Indonesia

Penggunaan Bahasa yang baku atau formal memerlukan kehati-hatian. Apabila penulis menggunakan Bahasa Indonesia maka pastikan kata yang digunakan terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Selain itu juga diperlukan ketelitian misalnya ada kata yang tidak tersusun sesuai struktur kaidah Bahasa Indonesia.

5) Hindari Informasi dari Website Tertentu

Dalam mesin pencarian, informasi kini dapat ditemukan dengan mudah. Namun ternyata tidak semua yang terdapat pada mesin pencarian memiliki kredibilitas tulisan yang baik. Untuk itu diperlukan penyaringan yang ketat. Sebaiknya hindari mengutip dari website seperti Wikipedia atau blog seseorang. Meskipun informasi yang dicantumkan belum tentu salah namun sumber tulisan pada Wikipedia terkadangan belum jelas, ataupun pada blog yang masih banyak berisikan opini penulis blog tersebut.

Demikian sedikit tips dari saya ekonovianto.id, dalam hal kepenulisan untuk SEO, dimana saya sendiri sudah berkecimpung lama dalam dunia jasa seo, khususnya jasa seo di semarang. Mari bersilaturahim melalui web personal saya, untuk berdiskusi lebih jauh mengenai SEO atau digital marketing. Selain seorang internet marketer saya merupakan bisnis owner di beberapa bidang bisnis seperti studio pelangi , sewa videotron, dan perusahaan digital yang membantu UMKM yaitu oke digital agency.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *