Pantun merupakan salah satu jenis sastra yang sudah ada sejak lama. Pantun termasuk dalam kategori puisi lama. Menulis pantun sudah dipelajari sejak zaman sekolah dasar. Dalam membuat pantun yang harus diperhatikan adalah syarat syarat dari pantun itu sendiri. Syarat dari pantun adalah dalam satu bait terdiri atas empat baris. Empat baris tersebut merupakan dua baris Sampiran dan dua baris isi baris. Sampiran terletak di bagian pertama dan baris isi terletak di bagian terakhir. Dalam satu baris pantun memiliki delapan hingga 12 suku kata. Dalam pantun memiliki sajak berupa AB AB.

Baca juga: https://diginote.id/menulis-puisi-kini-tak-lagi-sulit-dengan-4-tips-ini/

Sebelum menulis pantun penulis harus mengetahui berbagai jenis. Pantun hal ini untuk memudahkan penulis dalam memilih jenis pantun. Jenis pantun dapat dibagi berdasarkan bentuknya juga isinya.

Pantun Berdasarkan Bentuk

Jenis pantun berdasarkan bentuknya terdiri dari lima macam yaitu, pantun biasa, pantun modern, pantun berkait, pantun kilat, dan Talibun.

  • Pantun Biasa

Pantun biasa, merupakan pantun yang mengikuti kaidah pantun pada umumnya yaitu memiliki empat baris dalam satu bait dan bersajak AB AB.

Kalau ada jarum patah,

Jangan dimasukkan ke dalam peti

Kalau ada kataku yang salah

Jangan dimasukan ke dalam hati

  • Pantun Modern

Pantun modern, umumnya serupa dengan pantun biasa namun pantun modern tidak mengikuti sajak AB AB, melainkan pantun modern memiliki sajak A-A-A-A.

Bila boleh aku meminta

Ingin kupinta sebuah jiwa

Yang selalu akan setia

Merajut cinta bersama-sama

  • Pantun Berkait

Pantun berkait, umumnya memiliki lebih dari satu bait. Dalam satu bait terdapat empat baris. Namun pantun berkait memiliki keterkaitan antara bait yang satu dengan bait yang lain. Keterkaitan nya berbentuk baris ganjil. Pada bait pertama berhubungan dengan baris genap pada bait kedua. Begitupun baris genap pada bait pertama berhubungan dengan baris ganjil pada bait kedua.

Belok jalan ke sambuhkumbuh

Kayu jati bertimbal jalan

Dimana hati tidak akan rusuh

Ibu mati bapak yang berjalan

Kayu jati bertimbal jalan

Kencang angin patahlah dahan

Ibu mati bapak yang berjalan

Kemana untung akan diserahkan

  • Pantun Kilat

Pantun kilat, merupakan jenis pantun yang sangat singkat. Apabila pantun pada umumnya terdiri dari empat baris. Pantun ini hanya memiliki dua baris dengan sajak AA.

Dahulu ketan sekarang ketupat

Dahulu preman sekarang uztad

  • Talibun

Talibun, merupakan pantun yang sangat berbeda dengan jumlah baris. Dalam satu bait lebih dari empat, namun jumlah dari baris talibun harus berangkat genap tidak bisa ganjil.

Pergi ke kota jalannya lebar

Membawa barang dalam ikatan

Semua ikatan ada dalam wadah

Wadah dibawa oleh kedua tangan

Dag dig dug jantung ini berdebar

Hati merasa tidak karuan

Melihat pria dengan rambut terbelah

Sungguh ia pria idaman

Pantun Berdasarkan Isi

Jenis pantun yang kedua merupakan pantun berdasarkan isinya. Terdapat lima bentuk pantin ini, diantaranya adalah pantun anak anak, pantun orang tua, pantun orang muda, pantun jenaka, dan pantun teka-teki. Pantun ini dituliskan berdasarkan kepada siapa pantun tersebut ditujukan.

  • Pantun anak anak

Merupakan pantun yang diperuntukkan bagi anak anak. Isi dari pantun ini membahas tentang dunia anak anak.

Pantun anak

Akar alang entah menghilang

Tumbuh bukan sebagai tanaman

Hati senang bukan kepalang

Bermain bola bersama teman

  • Pantun orang tua

Merupakan pantun yang dibuat untuk orang tua. Pantun ini biasanya berisi tentang nasehat orang tua.

Air Pasang bulan pun terang,
hanyutlah sampan dari jawa.
Jika datang hati yang bimbang,
bagaikan hilang rasanya nyawa

Pantun yang berisi tentang nasehat orangtua.
  • Pantun orang muda

Berisikan tentang kehidupan anak muda.

Jangan menulis di atas kaca, Mari menulis di atas meja.

Untuk apa menangis karena cinta, Lebih baik menangis karena dosa.

  • Pantun jenaka

Memiliki makna yang dapat membawa kegembiraanmu atau mengundang tawa.

Panas-panas kota Jakarta, Akibat pemanasan dunia

Bila mendambakan lulus sarjana, Tidur malam tanpa celana

  • Pantun teka-teki

merupakan jenis teka-teki, namun menggunakan kaidah pantun dalam penulisannya. Pantun ini juga tetap terdiri dari empat baris. Dalam satu bait yang isinya adalah pertanyaan atau berupa teka-teki.

Pagi-pagi ke tempat gadai

niatnya ingin menggadai cincin

Jika kamu mengaku pantai

Apa kesamaan KTP dan telur asin?

Jawaban: Sama-sama memakai stampel

Sekian.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *