Sahabat Diginote yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?
Semoga puasa Anda di bulan Ramadhan ini berjalan lancar dan memberikan hikmah. Dalam artikel kali ini, saya akan mengupas tentang puasa di bidang finansial. Artikel puasa finansial ini saya ambil dari buku saya yang berjudul ILUSI KEKAYAAN. Jika ingin mengetahui lebih dalam silakan Anda baca buku tersebut.

Mari kita mulai!
Puasa finansial saya artikan sebagai tindakan menahan penggunaan uang untuk aktivitas tertentu agar tercipta kondisi keuangan yang sehat dan gaya hidup yang nikmat.
Ada 3 jenis puasa finansial yang bisa kita lakukan, yaitu:

  1. Menahan GAYA HIDUP, menyegerakan INVESTASI
  2. Menahan UTANG, menyegerakan TABUNGAN
  3. Menahan GENGSI, menyegerakan PRESTASI

Pada artikel kali ini, saya akan bahas terleih dulu puasa finansial #1 Menahan Gaya Hidup, Menyegerakan Investasi

Menahan Gaya Hidup
Sahabat Diginote yang powerful, mari kita tes kecerdasan finansial Anda dengan menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah saat Anda melihat seseorang yang:

  1. Mendiami rumah mewah
  2. Mengendarai mobil mahal
  3. Makan di restoran berkelas
  4. Menginap di hotel bintang lima

Anda menyebut atau menilainya sebagai orang kaya?
Jika Anda menjawab: “ya”, Anda telah terjebak. IQ Finansial Anda harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan memahami artikel ini dan mempraktikkan isinya.

Mengapa dikatakan bahwa Anda terjebak? Sebab yang Anda nilai kaya itu adalah gaya hidup orang tersebut, bukan kekayaannya. Belum tentu ia kaya, sebab gaya hidup mewahnya tersebut bisa jadi dibiayai oleh perusahaan atau instansi tempat ia bekerja.

Agar kebingungan Anda segera sirna, berikut ini saya sajikan perbedaan mendasar antara kekayaan dengan gaya hidup.

Kekayaan adalah apa yang menghasilkan uang bagi kita seperti:

Properti yang kita sewakan
Royalti yang kita terima
Simpanan emas kita
Surat berharga yang kita miliki: deposito, obligasi, reksadana, saham
Cabang/outlet dari bisnis kita
Kekayaan sering tidak tampak (tersembunyi)

Gaya hidup adalah apa yang kita pakai/kenakan seperti:

Rumah yang kita tinggali
Kendaraan yang kita pakai
Pakaian yang kita kenakan
Tempat-tempat yang kita kunjungi
Club-club dimana kita menjadi anggotanya
Gaya hidup mudah untuk dilihat (tampak)

Sudah paham kan? Jangan sampai terjebak lagi ya!

Siapa tidak tergiur memiliki gaya hidup, Anda akan tampak keren, terlihat kaya, dan mendapatkan hujan pujian. Namun gaya hidup memberikan konsekuensi yang sangat tidak enak, diantaranya:
 Biaya hidup Anda menjadi sangat mahal
 Gaji Anda akan ludes tidak peduli sebesar apa pun
 Anda harus terus bekerja keras bahkan sangat keras hanya sekedar untuk mempertahankan gaya hidup mewah Anda

Lalu apa jalan keluarnya agar kita mampu memiliki gaya hidup yang enak namun terlepas dari konsekuensi yang tidak enak seperti di atas?
Solusinya adalah:
Tahan GAYA HIDUP sampai Anda mempunyai PASSIVE INCOME

Bagaimana menciptakan Passive Income?
Lakukan investasi. Kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara berinvestasi yang aman?
Lanjutkan membaca, akan segera Anda temukan jawabannya

Menyegerakan Investasi


Kapan mulai berinvestasi? SEKARANG
Mulai dari mana?
Mulailah dengan melakukan 5 langkah sederhana berikut:


a. Pendidikan Finansial:
Asah kemampuan Anda dalam menghasilkan dan membelanjakan uang dengan membaca buku, mengikuti seminar, pelatihan, talkshow yang mengupas tentang bisnis dan keuangan. Salah satunya adalah buku saya: Ilusi Kekayaan & Becoming A Young Richman.
b. Lunasi secepatnya utang konsumtif Anda
Jika saat ini, Anda masih terlilit utang konsumtif seperti cicilan rumah, kendaraan, furniture, elektronik atau utang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup segera lunasi dengan mengalokasikan di muka 30% dari pendapatan Anda.


c. Sisihkan di muka 30% dari pendapatan Anda
Setelah utang konsumtif lunas, alokasi yang 30% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi. Kumpulkan dulu sampai mencapai 12 bulan pengeluaran sebagai dana tabungan Anda. Sisanya bisa Anda gunakan untuk mulai berinvestasi.


d. Buka usaha yang dijalankan orang lain
Dana investasi yang telah berhasil Anda kumpulkan di point c bisa digunakan untuk membuka usaha misalnya dengan membeli franchise yang modalnya di bawah 10 juta.
e. Belanja barang-barang produktif
Alternatif investasi lain adalah dengan membeli barang-barang produktif atau instrument investasi, diantaranya:

  1. Paper Aset : deposito, reksadana, obligasi, saham
  2. Bio Aset : ternak, sawah, kebun
  3. Properti : ruko, rukan, rumah kos, apartemen
  4. Logam mulia : emas batang atau koin emas
  5. Barang seni : patung, lukisan dan barang antik

Demikian pemaparan ringkas tentang gaya hidup dan investasi. Semoga setelah membaca artikel ini, Anda semakin kuat untuk menahan diri dari hasrat untuk memenuhi gaya hidup mewah dan semakin kuat pula untuk segera berinvestasi.

Salam Powerful,
Edi Susanto

Categories: Uncategorized

Edi Susanto

Edi Susanto adalah seorang penulis & pembicara motivasi yang berfokus pada peningkatan kinerja dan produktivitas, beliau Direktur Bimbingan Belajar Antusias dan Narasumber talkshow keuangan MNC Trijaya FM Semarang, beliau Penulis 15 buku pengembangan diri, Pembicara seminar di berbagai perusahaan, instansi dan kampus.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *