Berikut ini adalah kerangka surat perjanjian kerjasama.

Baca juga:https://diginote.id/membagi-hasil-penelitian-tesis-menjadi-tulisan-akademik/

MoU

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama  : (Nama salah satu perwakilan dari pihak II. Tidak harus direktur)

Jabatan           : (Jabatan yang disandang oleh perwakilan tersebut pada instansi yang melakukan kerjasama)

Instansi            : (nama instansi)

Alamat : (alamat instansi diisi secara lengkap termasuk nomor Gedung, lantai, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara dan kode pos)

Adalah bertindak untuk dan atas nama panitia (tuliskan nama panitia penyelenggara kegiatan), yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK II.

Nama  : (Nama salah satu perwakilan dari pihak I. Tidak harus ketua kegiatan, yang terpenting adalah bagian dari panitia penyelenggara. Biasanya diisi oleh devisi acara yang bertanggungjawab dalam hubungan kerjasama)

Jabatan           : (Jabatan yang disandang oleh perwakilan tersebut pada dalam tim penyelenggara. Misalnya Ketua Penyelenggara, Ketua Divisi Humas, Anggota Devisi Acara. Lalu diakhir dengan nama event. Singkat, padat dan jelas)

Inistanti: (nama acara yang akan diselenggarakan)

Alamat : (alamat tim penyelenggara dapat dibuat lebih umuml karena umumnya tim penyelenggara tidak memiliki kantor pada acara yang bersifat sementara. Maka dari itu cukup menyebutkan nama wilayah dan kota )

Adalah bertindak untuk dan atas nama instansi/perusahaan/lembaga, yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK I.

Pada hari ini (diisi nama hari), tanggal (diisi tanggal dengan menggunakan angka), bulan (diisi nama bulan), tahun (diisi tahun dengan menggunakan angka),  telah sepakat untuk mengadakan hubungan kerjasama dalam rangka ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan (diisi nama kegiatan yang akan diselenggarakan) dengan kesepakatan sebagai berikut:

  1. PIHAK II bersedia mendukung PIHAK I sebagai (beri tanda √):

⬜ …

⬜ …

⬜ … (diisi dengan jenis penawaran yang ditawarkan pihak I dalam proposal kerjasama kegiatan)

  • Dukungan dalam bentuk:

⬜ …

⬜ …

⬜ … (diisi dengan bentuk penawaran yang ditawarkan pihak I dalam proposal kerjasama kegiatan. Bentuk penawaran dapat berupa barang, jasa, maupun uang tunai. Bentuk kerjasama harus dicantumkan secara mendetail termasuk kuantiti)

  • Pada poin ini berisi tentang kesepakatan akan pemberian fasilitas oleh Pihak I terhadap Pihak II (feedback) sebagaimana yang telah disepakati bersama pada proposal kerjasama. Bentuk feedback sangat banyak, namun harus dibuat semenarik mungkin agar menarik partner kerjasama. Harus diingat bahwa kerjasama bersifat menguntungkan kedua belah pihak. Maka dari itu salah satu pihak dilarang melakukan tindakan yang bersifat pemerasan atau menguntungkan satu pihak saja.

Biasanya bentuk feedback dapat berupa:

  • Mencantumkan logo pada banner, leaflet, kaos, screen, kartu panitia, atau souvenir dengan ukuran tertentu
    • Mempromosikan pihak II sepanjang acara sebanyak beberapa kali
    • Pihak II disebutkan oleh pembawa acara secara lisan
    • Pemajangan produk pihak II pada posisi tertentu. Semakin tinggi jenis kerjasama maka posisi semakin strategis.
    • Pemajangan banner pihak II pada posisi tertentu. Semakin tinggi jenis kerjasama maka posisi semakin strategis.
    • Penjualan produk pihak II sebanyak kuantiti yang disepakati bersama
  • Poin poin berikutnya berisi tentang ketentuan yang diberikan oleh pihak I kepada pihak II. Biasanya berisi tentang syarat syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak. Biasanya mengenai sertifikasi produk, keamanan produk, kandungan produk dan lain sebagainya yang menyangkut dengan keamanan serta kenyamanan.

Misalnya produk yang dikirimkan pihak II ke pihak I harus terjamin halal, memiliki sertifikat BPOM, memiliki tanggal kadaluarsa yang masih lama. Banyaknya poin ketentuan tidak dibatasi dan harus dituliskan sedetail mungkin.

Surat perjanjian ini berlaku hingga hari (diisi nama hari), tanggal (diisi tanggal dengan menggunakan angka), bulan (diisi nama bulan), tahun (diisi tahun dengan menggunakan angka).

Hal-hal yang belum tercantum dalam surat perjanjian ini akan dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak hingga dicapai kesepakatan.

PIHAK I                                                                                               PIHAK II

Tanda tangan perwakilan pihak I dan pihak II

Tempel materai sebelum tanda tangan (apabila menggunakan)

(nama perwakilan pihak I)                                                      (nama perwakilan pihak II)

Jabatan perwakilan pihak I dalam acara tersebut           jabatan perwakilan pihak II pada isntansi terkait

tanda tangan untuk surat perjanjian kerjasama

Demikian contoh kerangka surat perjanjian kerjasama yang dapat digunakan. Namun pada beberapa event, membutuhkan point yang lebih banyak. Penulis dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *