Metode penelitian merupakan serangkaian proses yang dipilih secara spesifik untuk menjawab masalah yang diajukan dalam sebuah riset atau penelitian. Tujuan metode penelitian adalah agar para peneliti dapat mendapatkan hasil penelitian yang tepat yang di dapat dipertanggungjawabkan serta menyelesaikan masalah yang diteliti.

Menurut prof. Dr. Sugiono, metode penelitian merupakan satu cara ilmiah yang bertujuan untuk mendapatkan data dengan tujuan atau suatu kegunaan tertentu.   Dalam metode penelitian umumnya terdiri dari metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif.

Metode penelitian kuantitatif merupakan proses untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berbentuk angka. Angka di sini berfungsi sebagai alat analisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.

Baca juga: https://diginote.id/menulis-paper-jurnal-untuk-publikasi-gampang/

Menurut nana sujana dan ibrahim, asumsi penelitian kuantitatif adalah realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, bersifat tetap, dapat diprediksi dan fragmental. Selain itu variabel variabelnya dapat diidentifikasi dan diukur menggunakan alat alat yang objektif. Berikut ini adalah cara menafsirkan hasil pengolahan data kuantitatif menjadi tulisan penelitian yang sempurna.

Kuisioner Online

Pada era digital ini kebanyakan dalam menggunakan instrumen penelitian para peneliti lebih memilih menggunakan kuesioner online. Menggunakan kuesioner online dapat memudahkan peneliti untuk mendeteksi siapa saja yang telahmengisi kuesioner dan siapa yang belum. Selain itu juga dapat mendeteksi error pada jawaban.

Namun kelemahan kuesioner online adalah ketika obyek penelitian belum memiliki fasilitas fasilitas yang memadai. Seperti contohnya orang yang tinggal di desa dan belum mengetahui internet maupun pemahaman akan kuiosioner online. Maka para peneliti harus menggunakan kuesioner atau angket yang telah dicetak.

Dalam menggunakan kuesioner online sangat mudah melakukan penafsiran data kuantitatif. Pertama tama peneliti harus membuat kuesioner online itu sendiri. Yang paling mudah dan paling sering ditemukan adalah google form. Kemudian peneliti mulai membagikan kuesioner online dengan cara memberikan link dari google form tersebut kepada objek penelitian. Yang ketiga adalah pengisian data oleh objek.

Setelah penyajian data, maka data tersebut secara otomatis akan ditransfer dalam bentuk microsoft excel dan dibagi berdasarkan jenis jenis data. Dengan demikian maka peneliti tidak sulit lagi untuk memilah dan memilih jenis jenis data dan lebih muda untuk menganalisa.

Google Formulir

Untuk menafsirkannya peneliti hanya perlu mengolah data tersebut ke dalam bentuk tabel atau grafik. Sehingga terlihat adanya perubahan untuk menjawab permasalahan yang ada pada penelitian. Setelah itu peneliti hanya butuh untuk menambahkan sepatah dua patah kata untuk mencoba memberi penjelasan kepada para pembaca tentang perubahan yang terjadi pada grafik atau tabel tersebut.

SPSS

Metode yang kedua yaitu spss. Spss biasanya sering digunakan oleh para peneliti berjenjang magister atau doktor. Mengapa?  Karena spss dapat mencakup banyak data. Namun spss berbeda fungsinya dengan google form. Spss semata mata hanya untuk menganalisis data dan tidak untuk mengumpulkan data seperti google form.

Metode penelitian menggunakan SPSS

Spss merupakan analisis statistik yang biasanya digunakan dalam ilmu sosial. Sejak awal dibuatnya spss tujuan tersebut telah ditetapkan. Selain dapat menganalisis statistik, spss juga dapat melakukan  manajemen data, seleksi data, file yang membentuk kembali, membuat data turunan, serta data dokumentasi atau metadata. Hal tersebut merupakan fitur yang dapat dirasakan oleh para pengguna spss.

Dalam penggunaan spss, data harus dibuat atau di rubah menjadi bentuk angka. Angka di sini akan diartikan sebagai kode yang nantinya untuk memudahkan menginput data dalam jumlah yang banyak. Misalnya peneliti memberi kode pada jenis kelamin perempuan dengan angka 1 dan jenis kelamin laki laki dengan angka 2. Dalam pengisian data maka peneliti hanya perlu menuliskan 1 dan 2 tanpa perlu menjelaskan laki laki atau perempuan.

Namun hebatnya ketika setelah menganalisa data tersebut, spss akan langsung mengartikan ke dalam bentuk kode. Misalnya hasilnya adalah 1 maka jawabannya perempuan. Dalam spss peneliti dapat melakukan cross table atau hubungan sebab akibat. Selain itu peneliti juga dapat mengetahui misalnya tingkat ketertarikan masyarakat kepada suatu hal hanya dengan menghitung jumlah angka yang berasal dari hasil kuesioner yang telah dibagikan. Namun kelemahan dari spss adalah peneliti harus menyebut seluruh data ke dalam aplikasi tersebut secara manual.

Demikian sedikit tips dari saya ekonovianto.id, dalam hal kepenulisan untuk SEO, dimana saya sendiri sudah berkecimpung lama dalam dunia jasa seo, khususnya jasa seo di semarang. Mari bersilaturahim melalui web personal saya, untuk berdiskusi lebih jauh mengenai SEO atau digital marketing. Selain seorang internet marketer saya merupakan bisnis owner di beberapa bidang bisnis seperti studio pelangi , sewa videotron, dan perusahaan digital yang membantu UMKM yaitu oke digital agency.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *