Dalam proses standar sebuah penulisan, kita pasti akan melalui lima fase dasar: prewriting- writing-editing-revising-publishing.

Beberapa postingan di Diginote ini, kita akan bahas satu per satu dan apa saja perannya dalam proses sebuah tulisan.

Postingannya akan menjadi berseri, agar Diginote Reader dapat mengemil postingan dan tidak “mabuk” dengan panjangnya postingan.

Setuju, ya?

Baiklah, kita mulai dengan apa itu prewriting atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan pramenulis.

Pramenulis adalah aktivitas untuk mengarahkan pikiran dan rencana kita sebelum menulis draf naskah pertama kali.

Dengan kata lain, pramenulis berperan sebagai proses merencanakan tulisan. Itulah mengapa proses ini menjadi hal penting untuk dilakukan.

Banyak orang tidak mampu menulis karena hanya berbekal ide di kepala tanpa mampu mendeskripsikan ide itu lebih detail lagi.

a. Menetapkan Tujuan Penulisan

Tujuan menulis berhubungan dengan respons yang diharapkan dari pembaca. Tujuan menulis berhubungan dengan respons yang diharapkan dari pembaca. Tarigan (2008) memberi saran untuk para penulis pemula agar memperhatikan tujuan menulis berikut ini:

  1. memberitahukan atau mengajar;
  2. meyakinkan atau mendesakkan sebuah gagasan;
  3. menghibur atau menyenangkan;
  4. mengutarakan/mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi-api.

Jadi, dari keempat tujuan tersebut dapat dilihat respons yang hendak dihasilkan.

Dengan demikian, ada empat tujuan penulisan:

  1. Tulisan yang bertujuan memberitahukan atau mengajar disebut wacana informatif (informative discourse).
  2. Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak disebut wacana persuasif (persuasive discourse).
  3. Tulisan yang bertujuan menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetik disebut tulisan literer/kesusastraan (literary discourse).
  4. Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api disebut wacana ekspresif (expressive discourse).

b. Menetapkan Pembaca Sasaran

Pembaca sasaran dapat siapa saja, yaitu

  1. orang yang kedudukannya lebih tinggi dari si pemberi pesan;
  2. orang yang kedudukannya sama tinggi dari si pemberi pesan;
  3. orang yang kedudukannya lebih rendah dari pemberi pesan.

Selain itu, pembaca sasaran juga dapat dibagi atas

  1. pembaca internal yang berada dalam satu organisasi atau satu bagian; dan
  2. pembaca eksternal yang berada di luar organisasi atau bagian.

Pembaca sasaran akan sangat menentukan penggunaan bahasa, gaya, dan nada yang akan dibahas berikutnya.

c. Pilih Topik

Tentukan topik tulisan yang kamu ketahui atau kamu kuasai dengan baik. Rasakanlah apakah kamu sangat tertarik dengan subjek bahasan karena ketertarikan kamu sejatinya adalah awal dari ketertarikan pembaca.

Akan ada energi besar yang kamu alirkan saat kamu menguasai subjek bahasan. Begitu juga pembaca akan memiliki antuasiasme besar untuk melahap tulisanmu.

d. Kumpulkan Bahan

Tulisan tidak akan berdaya karena miskin bahan. Informasi detail perlu kamu kumpulkan untuk membuat tulisan kamu menarik.

Pengumpulan bahan dan informasi dapat kamu lakukan dengan membaca buku, browsing di internet, atau bahkan mewawancarai seseorang.

Lakukan apa pun untuk mendapatkan sumber referensi dan bahan untuk memperkaya tulisan.

e. Menyusun Outline

Kamu dapat menyusun ragangan atau kerangka atau outline dalam berbagai bentuk, seperti matriks kerangka, gambar, atau peta benakĀ (mind map).

f. Membatasi Tulisan dan Fokus

Kamu dapat menuliskan apa pun terkait topik, tetapi berfokuslah pada satu poin yang benar-benar ingin kamu sampaikan.

Jangan melebar ke mana-mana karena jadinya justru akan membuat pembaca bingung dan tak mendapatkan ilmu apa pun.

***

Demikian pembahasan tentang prewriting atau pramenulis. Pada postingan selanjutnya kita akan membahas tentang serial ini dan hal-hal yang berkaitan dengan alur penulisan, sebagaimana sudah saya sampaikan di awal paragraf.

Selamat menulis!

Incoming search terms:

Categories: Dunia Penulis

Fachmy Casofa

Fachmy Casofa merupakan penulis +35 buku sejak tahun 2009 dan sudah memabntu lebih dari 15 Tokoh untuk membuat buku mereka, seperti BJ Habibie, Natali Ardianto, Salafuddin AS (dai nasional), Saptuari sugiharto, Gamal Albinsaid, Erik Tenhave & Dedy Courbuzier (Millenial Power), Wahyudi Anggoro Hadi (lurah terbaik 2017), Andika DJ (tokoh beanding syariah), Arief Budiman (tokoh branding dan ICC), Ilman Akbar (traveloka), DSB

1 Comment

Apa Itu Menulis Draf (Drafting)? - DigiNote ID · 28/04/2020 at 2:34 pm

[…] Sebelumnya, saya sudah menuliskan tentang Prewriting. Silakan disimak pada postingan berikut: Apa Itu Prewriting? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *