Novel adalah serangkaian cerita yang terbagi menjadi beberapa tahap serta sub bab. Novel sendiri bercerita tentang bagaimana kisah hidup sang tokoh utama. Umumnya novel memiliki rangkaian cerita yang sangat panjang dengan beberapa fokus permasalahan yang berbeda beda. Sehingga novel umumnya memiliki tokoh dan karakter yang bersifat variatif. Untuk menulis novel berikut ini adalah beberapa tips nya.

Ide Cerita

Dalam menulis novel, tentu yang harus dipikirkan pertama adalah ide cerita. Ide cerita seperti apa yang akan dituangkan menjadi sebuah cerita menarik. Mudahnya adalah ide cerita yang datang apakah menurut pengalaman pribadi ataukah pengalaman orang. Biasanya seorang penulis menemukan ide terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menulis novel. Ide cerita novel juga akan berhubungan dengan target pembaca.

Mengembangkan ide cerita juga dapat dilakukan melalui riset. Melakukan riset terlihat mudah, akan tetapi dibutuhkan ketelitian. Selain itu dengan riset dapat menjadi bahan inspirasi bagi penulis, sehingga memiliki pandangan baru yang lebih luas untuk mengembangkan cerita.

Tokoh dan Karakter

Tokoh dan karakter dalam novel

Tokoh merupakan subjek dari cerita yang ada dalam novel, sedangkan karakter merupakan sifat dari tokoh tersebut. Pertokohan dalam novel terbagi menjadi dua yaitu toko utama dan toko pendukung. Tokoh utama merupakan orang yang berperan penting atau memiliki cerita atau menjadi fokus dari cerita tersebut. Sedangkan tokoh pendukung merupakan orang orang yang memerankan apa peran untuk mendukung si tokoh utama. Karakter tokoh terdiri dari dua yaitu antagonis dan protagonis. Tokoh antagonis merupakan tokoh yang memainkan peran jahat atau memiliki sifat dan karakter yang jahat. Sedangkan tokoh protagonis umumnya merupakan tokoh yang selalu berperan sebagai orang baik.

Plot / Alur

Plot atau alur cerita pada novel umumnya lebih panjang daripada cerpen. Novel mampu menjelaskan jalannya alur secara detail dengan penggambaran yang mampu membuat pembaca merasakan isi dari cerita. Pembuatan plot pada novel harus teliti agar tidak ada yang terlewatkan karena novel memiliki cerita yang panjang dan terdiri dari banyak bab. Untuk itu penulis harus memastikan bahwa plot telah terjabah dan tidak ada terlewatkan.

Klimaks

Titik puncak atau yang disebut dengan klimaks isinya adalah tentang puncak cerita dari novel tersebut. Kondisi klimaks merupakan kondisi di mana para tokoh sudah menemukan bagaimana memecahkan masalah yang ada. Masalah-masalah yang ada perlahan mulai dapat diselesaikan. Pada bagian klimaks, penulis harus mampu membuat pembaca merasa penasaran hingga tidak ingin melewatkannya. Bagian klimaks novel terletak hampir pada akhir cerita, karena klimaks akan memecahkan segala permasalahan.

Percakapan / Dialog

Salah satu yang membedakan antara novel dan cerpen adalah panjang pendek nya. Selain itu yaitu percakapan atau dialog yang ada di dalamnya. Pada cerpen biasanya bersifat descriptive atau lebih banyak menjelaskan, namun pada novel bersifat sangat detail yaitu memaparkan secara lugas dan lengkap apa yang terjadi. Begitupun percakapan yang ada pada novel umumnya lebih banyak. Misalnya antara tokoh utama dan toko pendamping. Sehingga sang penulis novel tidak hanya sekedar mendeskripsikan atau menjelaskan apa yang terjadi, melainkan juga menuangkan dalam bentuk dialog.

Baca juga: https://diginote.id/menulis-cerpen-romantis-kini-tidak-perlu-banyak-mikir/

Sudut Pandang

Sudut pandang dalam cerpen ataupun novel umumnya sama. Penulis harus memilih, dalam bercerita apakah ia seorang pemeran utama ataukah sebagai orang ketiga yang menceritakan kejadian orang lain. Apabila penulis memilih menjadi orang pertama atau pemeran utama, maka cerpen akan semakin sulit karena alur cerita hanya satu arah dan penulis tidak dapat mewakilkan peran lainnya.

Setting

Setting merupakan latar. Tanpa latar novel akan terasa sangat aneh karena terlihat mengganjal. Latar dapat berupa latar tempat dan latar waktu. Latar tempat adalah tempat atau lokasi di mana kejadian tersebut berlangsung. Sedangkan latar waktu merupakan waktu kapan kejadian yang dideskripsikan terjadi. Latar tempat dapat berupa seperti di rumah, di sekolah, di kebun, di bawah pohon. Sedangkan latar waktu dapat berupa pagi hari, siang hari, tanggal, jam, maupun tahun. Dengan adanya latar akan membantu para pembaca untuk lebih memancing daya imajinatif ketika membayangkan kejadian tersebut.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *