Biografi merupakan cerita tentang kisah hidup seseorang. Menulis biografi adalah menulis tentang orang lain. Apabila menulis tentang diri sendiri maka disebut dengan otobiografi. Biografi lebih kompleks dibandingkan dengan daftar riwayat hidup karena akan memberikan penjabaran yang bersifat detail dari satu kejadian kejadian yang lain semasa hidup seorang tokoh. Berikut ini beberapa tips untuk menulis biografi.   

Baca juga: https://diginote.id/cara-membuat-artikel-yang-menarik/

Memilih Subjek

Memilih tokoh berpengaruh bagi publik

Dalam menulis biografi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih subyek. Subyek adalah siapa aktor yang akan menjadi pembahasan utama dalam biografi tersebut. Biasanya subyek adalah tokoh tokoh terkenal, sejarawan, politikus, atau orang yang menarik di mata publik. Akan sangat baik jika memilih subyek yang dikagumi oleh sang penulis. Hal ini karena akan memudahkan proses penulisan biografi tersebut. Selain itu juga penulis sudah memiliki basic informations  tentang orang tersebut.

Melakukan Riset

Setelah menentukan siapa subjectnya, kini saatnya melakukan riset. Melakukan riset berguna untuk menggali informasi sebanyak banyaknya tentang subyek. Semakin banyak penulis membaca tentang subyek, semakin banyak informasi yang akan ditemukan oleh penulis serta penulis juga akan memahami mengapa orang tersebut layak untuk ditulis biografi nya. Melakukan riset dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk pencarian seperti menggunakan mesin pencarian, membaca buku biografi yang sebelumnya pernah diterbitkan, mencari informasi semasa hidup, dan lain lain.

Untuk membuat riset yang baik, penulis harus masuk dan memahami kehidupan dari narasumber dengan mencari tahu masa hidupnya dari kecil hingga masa sekarang. Catatlah hal hal penting yang menjadi rekam kehidupan subyek membuat riset yang baik, penulis harus masuk dan memahami kehidupan dari narasumber dengan mencari tahu masa hidupnya dari kecil hingga masa sekarang. Catatlah hal hal penting yang menjadi rekam kehidupan subyek. Cobalah untuk menyatu dan memahami cerita tersebut            

Outline

Sebelum menulis biografi, penulis harus membuat outline terlebih dahulu. Kira kira apa saja yang akan dituliskan oleh penulis. Biasanya membuat outline akan berdasarkan penyusunan secara kronologis atau dari waktu ke waktu. Pada umumnya format biografi terbagi menjadi pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Hal ini akan memudahkan penulis untuk mengelompokkan informasi informasi ke dalam beberapa paragraf.    

Pendahuluan

Bagian pertama yang dituliskan dalam menulis biografi adalah membuat pendahuluan. Pendahuluan berupa sedikit kisah hidup subyek dan pembahasan mengenai hal hal umum. Misalnya sebutan yang sering digunakan oleh publik terhadap tokoh tersebut.

Thesis Statement

Thesis statement diperlukan dalam menulis biografi

Kemudian lanjutkan dengan membuat tesis statement. Tesis stetmen adalah satu kalimat yang menjadi highlight dari biografi tersebut. Misalnya ambillah salah satu kisah yang paling menarik perhatian publik tentang tokoh tersebut. Namun pilih lah dengan baik, karena pembahasan yang dilakukan selanjutnya akan mengiblat pada tesis stetmen tersebut.

Isi Paragraf

Bagian inti dari biografi yaitu menulis isi paragraf. Isi paragraf tidak dibatasi jumlahnya. Namun dalam penyusunan kalimat, cukup gunakan tiga hingga lima kalimat dalam satu paragraf agar paragraf terlihat rapi. Isi dari paragraf paragraf tersebut sebaiknya bersifat kronologis misalnya kisah hidup masa kecil, dilanjutkan kisah hidup remaja, menjadi tua, dan karirnya. Untuk membuat biografi menjadi menarik, tulislah cerita cerita yang akan mengundang kekaguman para pembaca. Cukup dengan menulis seakan akan sedang ber dongeng sehingga penuturan kata menjadi lebih menarik.

Adapun beberapa kaidah tentang biografi yang harus dipahami penulis ketika mengisi paragraf. Yang pertama yaitu pronomina yang membahas tentang siapa, melakukan peristiwa apa, di waktu kapan, di tempat mana, dan dilanjutkan dengan keterangan. Kedua yaitu pengacuan atau kalimat pengganti yang difungsikan sebagai penegasan kalimat sebelumnya. Yang ketiga yaitu partisipasi manusia atau bagaimana interaksi subyek dengan orang orang disekeliling nya. Empat yaitu konjungsi temporal atau penggunaan kata hubung yang menegaskan keterangan waktu. Terakhir yaitu kalimat simpleks atau tunggal yang mana hanya memiliki satu verba utama ketika menggambarkan aksi atau peristiwa.          

Akhir

Setelah menulis serangkaian cerita mengenai subjek, pada bagian akhir penulis akan memberikan sedikit kesimpulan mengenai cerita yang dipaparkan sebelumnya. Selain itu dalam penulisan biografi, biasanya penulis juga akan memberikan pesan yang menjadi teladan bagi pembaca.


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *