5 Tips Utama Membuat Proposal Kegiatan

Proposal secara bahasa memiliki makna perencanaan atau ide yang bertujuan untuk memberikan saran bagi seseorang untuk mengambil suatu keputusan. Sehingga proposal kegiatan merupakan rencana seperti yang dijabarkan sebelumnya suatu kegiatan yang dibentuk dalam suatu rancangan kerja. Membuat proposal kegiatan adalah satu hal yang wajib bagi yang akan melakukan kegiatan atau event. Tidak pandang skala besar atau kecil, proposal kegiatan tetap harus dibuat sebagaimana prosedur membuat kegiatan. Berikut ini adalah cara membuat proposal kegiatan berdasarkan kerangka proposal.

Baca juga: https://diginote.id/menulis-paper-jurnal-untuk-publikasi-gampang/

Deskripsi Kegiatan

Dalam membuat suatu kegiatan, tentu tim sudah harus memahami mengenai kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada bagian pertama adalah menjabarkan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Deskripsikan kegiatan apa yang akan diselenggarakan secara umum. Deskripsi kegiatan akan dibagi menjadi poin poin kecil yaitu latar belakang, logo, maksud dan tujuan.

Latar Belakang

Latar belakang merupakan dasar atau titik tolak yang digunakan untuk memberikan pemahaman. Informasi latar belakang yang baik sebaiknya disusun dengan jelas dan menyertai data serta fakta yang mendukung. Menuliskan latar belakang pada proposal kegiatan harus dijabarkan dari umum ke spesifik. Misalnya apabila akan diselenggarakan event 17 agustus, maka yang harus dijabarkan adalah sejarah kemerdekaan yang kemudian diarahkan pada peringatan 17 agustus.

Logo

Kedua adalah logo. Logo yang dicantumkan merupakan logo kegiatan. Beberapa kegiatan yang berskala kecil tidak mencantumkan logo. Akan tetapi dalam kegiatan berskala besar, biasanya mencantumkan logo. Membuat logo juga tidak bisa sembarangan, karena harus disertai dengan penjelasan mengenai logo tersebut. Logo yang dibuat harus berhubungan dengan kegiatan yang akan diadakan.

Maksud dan Tujuan

Pada bagian ini, dicantumkan maksud dan tujuan mengadakan kegiatan. Biasanya satu kegiatan memiliki lebih dari satu tujuan dan maksud. Menyertakan maksud dan tujuan yang jelas akan mempengaruhi disetujui tidaknya kegiatan tersebut.

Kegiatan

Proposal kegiatan wajib dibuat pada setiap kegiatan

Bagian kedua merupakan deskripsi kegiatan secara spesifik. Apabila pada bagian pertama, dijabarkan secara umum, bagian ini jauh lebih terperinci dan spesifik. Dalam membuat informasi kegiatan, tim harus melakukan rapat terlebih dahulu untuk memastikan informasi yang akan dituliskan dalam proposal kegiatan. Bagian dua dari proposal kegiatan berisi tentang nama kegiatan, tema yang diangkat, waktu, tempat, peserta, bentuk kegiatan, rancangan anggaran.

Nama Kegiatan

Nama kegiatan merupakan sebutan atau konsep yang menggambarakan kegiatan tersebut. Misalnya perayaan “75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Desa Suka Maju”. Membuat nama kegiatan layaknya membuat judul, gramatika berbahasa harus diperhatikan. Nama kegiatan tidak boleh general, harus spesifik dan mendetail.

Tema Kegiatan

Tema kegiatan merupakan apa hal yang diangkat pada kegiatan tersebut. Misalnya dalam acara 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Desa Suka Maju, temanya adalah mengenang jasa para pahlawan. Tema dan nama kegiatan merupakan dua hal berbeda.

Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu dan tempat kegiatan merupakan bentuk keterangan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Keterangan waktu menunjukan pada kapan kegiatan tersebut akan diselenggarakan, jam, tanggal, bulan dan tahun harus dicantumkan. Sedangkan tempat kegiatan merupakan lokasi dimana akan diselenggarakan kegiatan. Misalnya nama Gedung.

Target Peserta

Target peserta adalah siapa saja yang kira kira menjadi target utama tim untuk datang pada acara. Peserta tidak boleh ditulis secara general. meskipun tim nantinya tidak akan bisa memastikan siapa saja yang datang, namun setidaknya memiliki target utama.

Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan merupakan suatu gambaran seperti apa nantinya rencana kegiatan yang diselenggarakan, waktu dimulainya acara, rangkaian acara hingga ditutupnya acara. Tidak perlu terlalu detail, yang terpenting adalah beruntun.

Rancangan Anggaran

Rancangan anggaran merupakan dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara tersebut. Tidak perlu menuliskan secara detail, hanya butuh perhitungan yang bersifat kira kira. Menulis rancangan anggaran sebaiknya dibagi berdasarkan divisi tim agar lebih mudah.

Panitia Pelaksana

membuat event membutuhkan tim penyelenggara

Bagian ketiga merupakan list nama dari tim penyelenggara. Menyusun panitia pelaksana sebaiknya berdasarkan posisi yang disematkan. Selain itu juga dicantumkan posisi apa yang sedang dipertanggungjawabkan.

Penutup

Bagian penutup hanyalah pengantar untuk memberitahu pembaca bahwa cukup sekian dari proposal kegiatan tersebut. Adapun tambahan sepatah dua patah kata untuk membantu pembaca agar menyetujui proposal kegiatan

Lampiran

Lampiran berisi tentang dokumen yang bersifat terperinci yang mungkin akan menjadi pertanyaan dalam proposal. Sehingga sebaiknya tim penyelenggara mencantumkan terlebih dahulu. Lampiran yang wajib adalah rancangan dana secara detail, susunan acara, sketsa tempat atau informasi lainnya yang menjadi pelengkap proposal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *