Pantun termasuk dalam jenis puisi lama. Karya sastra yang satu ini merupakan bagian dari budaya melayu asli yang sudah ada sejak zaman dulu. Pantun pada umumnya terdiri dari empat baris. Namun aturan tersebut juga akan disesuaikan dengan jenis pantun. Berikut ini adalah tips menulis pantun sesuai kaidah yang berlaku.

Syarat Pantun

Sebagaimana yang diketahui bahwa pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Puisi lama umumnya memiliki syarat syarat dan ketentuan tertentu dalam penulisannya. Dalam menulis pantun yang harus diperhatikan adalah syarat syarat dari pantun itu sendiri. Syarat dari pantun adalah dalam satu bait terdiri atas empat baris. Empat baris tersebut merupakan dua baris sampiran dan dua baris isi baris. Sampiran terletak di bagian pertama dan baris isi terletak di bagian terakhir. Dalam satu baris pantun memiliki delapan hingga 12 suku kata. Dalam pantun memiliki sajak. Sajak yang terdapat dalam pantun dapat berupa AB AB.

Jenis Pantun

Sebelum menulis pantun penulis harus mengetahui berbagai jenis. Pantun hal ini untuk memudahkan penulis dalam memilih jenis pantun. Jenis pantun dapat dibagi berdasarkan bentuknya juga isinya.

Menulis pantun

Pantun Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, pantun terdiri dari lima macam yaitu, pantun biasa, pantun modern, pantun berkait, pantun kilat, dan Talibun.

  • Biasa, merupakan pantun yang mengikuti kaidah pantun pada umumnya yaitu memiliki empat baris dalam satu bait dan bersajak AB AB.
  • Modern, umumnya serupa dengan pantun biasa namun pantun modern tidak mengikuti sajak AB AB, melainkan pantun modern memiliki sajak A-A-A-A.
  • Berkait, umumnya memiliki lebih dari satu bait. Dalam satu bait terdapat empat baris. Namun pantun berkait memiliki keterkaitan antara bait yang satu dengan bait yang lain. Keterkaitan nya berbentuk baris ganjil. Pada bait pertama berhubungan dengan baris genap pada bait kedua. Begitupun baris genap pada bait pertama berhubungan dengan baris ganjil pada bait kedua.
  • Kilat, merupakan jenis pantun yang sangat singkat. Apabila pantun pada umumnya terdiri dari empat baris. Pantun ini hanya memiliki dua baris dengan sajak AA.
  • Talibun, merupakan pantun yang sangat berbeda dengan jumlah baris. Dalam satu bait lebih dari empat, namun jumlah dari baris talibun harus berangkat genap tidak bisa ganjil.

Pantun Berdasarkan Isi

Jenis pantun yang kedua merupakan pantun berdasarkan isinya. Pantun berdasarkan isi memiliki lima bentuk diantaranya adalah pantun anak anak, pantun orang tua, pantun orang muda, pantun jenaka, dan pantun teka-teki. Jenis pantun ini dituliskan berdasarkan kepada siapa pantun tersebut ditujukan.

  • Anak anak, merupakan pantun yang diperuntukkan bagi anak anak. isi dari pantun ini membahas tentang dunia anak anak.
  • Orang tua adalah pantun yang dibuat untuk orang tua. pantun ini biasanya berisi tentang nasehat orang tua.
  • Orang muda berisikan tentang kehidupan anak muda.
  • Jenaka memiliki makna yang dapat membawa kegembiraanmu atau mengundang tawa.
  • Teka-teki merupakan jenis teka-teki, namun menggunakan kaidah pantun dalam penulisannya. Pantun ini juga tetap terdiri dari empat baris. Dalam satu bait yang isinya adalah? Atau berupa teka-teki.

Ide Pantun

Setelah mengetahui jenis Pantun serta syarat membuat pantun kini penulis dapat langsung membuat pantun untuk membuat pantun penulis harus memikirkan ide yang akan dituangkan dalam pantun, kira kira jenis Pantun apa yang akan dibuat dalam mencari ide pembuatan pantun. Mengembangkan ide pantun juga dapat dilakukan melalui riset. Melakukan riset terlihat mudah, akan tetapi dibutuhkan ketelitian. Selain itu dengan riset dapat menjadi bahan inspirasi bagi penulis, dengan tujuan memiliki pandangan baru yang lebih luas untuk mengembangkan pantun. Adapun metode lainnya yaitu dengan melakukan metidatasi atau berdiam diri pada posisi yang relax dan tenang untuk mencari inspirasi serta kata-kata yang akan diungkapkan dalam pantun.

Ide menulis pantun

Baca juga: https://diginote.id/menulis-puisi-kini-tak-lagi-sulit-dengan-4-tips-ini/

Penggunaan Kata Sesuai Sajak

Setelah menemukan ide dari pantun itu sendiri, penulis kemudian memilah dan memilih kata kata yang akan digunakan dan mengandung arti atau makna yang ditujukan. Pemilihan kata kata memerlukan kehati-hatian karena penulis harus tetap memikirkan sajak atau akhiran yang digunakan sehingga dalam menulis pantun tetap berirama.     


Eko Novianto

Eko Novianto merupakan Bisnis owner (sewa videotron dengan merk INDOLED pro & Pelangi Corps) yang juga sekaligus blogger di web personalnya. Sangat tertarik dalam bidang Internet marketing strategic khususnya bidang SEO sehingga menginisiasi lahirnya OKE digital, sebuah program kolaborasi untuk membantu UMKM bersaing di dunia online.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *