Autobiografi atau yang biasa juga disebut dengan otobiografi merupakan kisah perjalanan hidup seseorang yang mana kisah tersebut ditulis oleh orang itu sendiri. Jika dalam bahasa indonesia dikenal dengan sudut pandang orang pertama. Otobiografi berasal dari bahasa yunani yaitu autos artinya sendiri, bios artinya hidup, dan graphein artinya menulis. Sehingga apabila disatukan maka menulis tentang hidup sendiri atau kisah hidup diri sendiri. Menulis autobiografi sendiri sudah lama ditemukan sejak zaman kuno, namun baru pertama digunakan pada 1809 oleh Robert Southey.

Tujuan dari menulis autobiografi, diantaranya adalah mengenalkan diri kita secara lebih detail kepada orang lain, sebagai suatu bahan pencitraan atau framing terhadap diri sendiri, dan membagi kan kisah inspiratif atau pelajaran bagi orang lain dalam bidang yang kita tekuni. Biasanya menulis autobiografi sudah dimulai sejak duduk di bangku sekolah, namun terkadang apabila disuruh membuat autobiografi masih sering merasa kebingungan. Berikut ini adalah 3 pedoman utama membuat atau menulis autobiografi.

Baca juga: https://diginote.id/apa-itu-pramenulis-prewriting/

Kerangka Autobiografi

Sebelum menulis auto atau otobiografi, hal pertama yang dilakukan adalah membuat kerangka. Membuat kerangka dasar akan membantu penulis untuk lebih terarah dalam melakukan penulisan otobiografi. Membuat kerangka bukan berarti harus mengisinya akan tetapi akan dijadikan sebagai guide lain untuk menulis isi dari kerangka tersebut. Biasanya dalam otobiografi terdapat juga konflik klimaks serta pemecahan masalah yang dapat membuat pembaca merasa kagum dengan cerita tersebut.

Membuat kerangka autobiografi merupakan satu hal utama.

Pada dasarnya autobiografi berisikan tentang biodata, sedikit cerita tentang keluarga inti, kisah hidup, dan satu masalah hidup. Masalah tersebut biasanya yang di rasa sangat penting dan besar dan berpengaruh bagi perjalanan hidup. Adapun pemecahan masalah, dan pesan yang dapat diambil dari permasalahan tersebut atau yang dijadikan sebagai pedoman hidup. Semua hal tersebut akan dirangkum dalam satu tulisan yang disebut dengan autobiografi atau otobiografi. Kerangka ini kemudian akan menjadi pedoman bagi penulis untuk merangkai cerita atau kisah hidupnya. Yang kemudian dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca.

Tokoh Dalam Cerita

Selayaknya menuliskan sebuah cerita, menulis otobiografi juga memiliki tokoh yang berperan penting dalam cerita tersebut. Tokoh utama dari cerita tersebut sudah pasti diri anda sendiri karena yang memerankan segala sah di dalamnya. Namun banyak juga tokoh tokoh yang memainkan peran penting diantaranya adalah orang tua. Orang tua akan menjadi para pemeran yang sangat penting karena merupakan lingkungan sosial pertama atau lingkup paling dekat anda.

siapa tokoh yang dituliskan

Selain keluarga ada juga banyak tokoh yang mempengaruhi hidup atau berperan penting dalam kisah hidup anda. Tokoh tersebut juga harus dicantumkan dalam otobiografi anda, diantaranya adalah guru, sahabat atau teman, saudara, pelatih, mentor, pacar atau mantan pacar, atau bahkan musuh. Selain itu adapun tokoh lainnya atau karakter yang mungkin berperan dalam hidup anda namun tidak pernah anda temui misalnya seperti selebritis ilmuan atau orang orang yang menginspirasi kisah hidup anda.

Mengangkat Cerita Menarik

Kisah hidup seseorang tentu dipenuhi dengan cerita yang sangat banyak, bahkan dalam satu hari saja seseorang bisa memiliki lebih dari dua cerita menarik. Namun dalam menulis otobiografi, penulis harus pintar dalam membuat draft naskah yaitu dengan mengangkat cerita cerita utama atau cerita penting yang memiliki nilai tinggi atau bernilai menarik sehingga dapat menggugah minat para pembaca. Sejauh ini cerita menarik yang banyak diminati diantaranya adalah cerita masa kecil yaitu cerita yang mengangkat bagaimana kehidupan atau kisah hidup seseorang, karena pada umumnya kisah masa kecil memiliki banyak perbedaan dengan kenyataan yang sekarang. Tentunya mengalami banyak perubahan.

Yang kedua adalah cerita dalam mencapai kedewasaan. Biasanya di titik ini seseorang mengalami suatu masalah yang membuat nya berubah menjadi lebih baik atau bahkan menjadi karakter yang tidak di bayangkan sebelumnya. Ketiga adalah cerita tentang asmara yaitu mengangkat tentang kisah cinta seseorang dengan pasangannya. Yang ke empat yaitu cerita pada saat seseorang mengalami krisis identitas biasanya pada masa quarter life crisis. Atau bisa juga dengan mengangkat cerita menghadapi suatu kejahatan atau musibah karena kisah tersebut biasanya membawa perubahan yang sangat besar bagi seseorang.        


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *