Saat mencoba menjadi penulis, ada beberapa orang yang ingin mencoba menjadi penulis scenario. Dimana skenarionya merupakan jantung dari sebuah film. Sehingga cerita dan juga berbagai karakter yang dapat dituliskan dengan jelas dan film dapat berjalan dengan baik. Namun tahukah anda bahwa ada dua jenis skenario dengan masing-masing karakter dan juga ciri-cirinya berikut ini informasi lengkap.

Pengertian Skenario Film

Resource - Development 3: Write Your Script - Into Film

Skenario merupakan sebuah naskah film yang umumnya di katakan sebagai cetak biru yang ditulis atau dibuat khusus untuk film atau acara televisi. Skenario ini dapat dihasilkan dalam bentuk adaptasi dari penulisan sebuah sastra ataupun asli dibuat oleh para penulisnya.

Naskah film merupakan salah satu karya sastra yang memiliki kesamaan struktur dengan drama. Sebuah naskah film juga memiliki latar, plot, penokohan, dan tema. Hanya saja, teknik penulisannya sedikit berbeda dengan penulisan drama. Dalam sebuah naskah film, tidak terlalu banyak monolog seperti dalam drama, dan penokohan lebih banyak digambarkan dengan dialog-dialog antar tokoh dalam naskah tersebut, karena hasilnya nanti adalah visualisasi dari naskah film itu sendiri.

Format dari penulisan ini khusus dan dipermudah. Sehingga para pemain film dapat membacanya dengan mudah komponen utama dari skenario yaitu aksi dan juga dialog. Selain itu skenario juga harus memiliki waktu yang tepat sesuai dengan lamanya film yang akan dirilis dari penulisannya. Sedikit berbeda, dengan penulisan drama di mana naskah film ini tidak terlalu banyak monolog. Sehingga menampilkan dialog dialog antar tokoh yang dapat menyampaikan pesan yang diinginkan.

Plot driven

John August & Craig Mazin Break Down How to Write Everything in ...

Berbicara mengenai jenis scenario,  sebenarnya berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu plot driven dan juga character driven. Dalam hal ini akan kita bahas yang pertama kali adalah plot. Bagi anda yang tidak tahu dilahirkan merupakan salah satu skenario yang mengutamakan plot, sebagai senjatanya tujuan penceritaannya.

Tentu saja penulis ingin membuat sebuah kejadian yang nantinya dialami oleh tokoh utama dan menceritakan mengenai inti dari penulisan atau cerita tersebut. Sehingga para penontonnya dapat memahami apa yang di maksud dari film dan mengetahui.  Apakah akhirnya akan menjadi bagus atau tidak memang dilakukan dengan berbagai macam cara, untuk bisa membuat para penontonnya tidak bisa menebak apa yang terjadi di akhirnya.

Penulis juga biasanya menyisipkan kejadian-kejadian utama, yang nantinya akan diingat oleh para penonton. Misalnya sebuah aksi kecelakaan ataupun penyelamatan diri yang sangat keren, dan juga serangan alien atau serangan berbalik dari tokoh utama. Dengan begitu pesan dari pembuatan skenario akan tersampaikan dengan baik tanpa perlu bermasalah lagi.

Character Driven

How to Write a Brilliant Movie Script | Film Threat

Sedangkan untuk jenis kedua disebut sebagai karakter driven untuk jenis ini. Penulis skenario menggunakan karakter didalamnya untuk membantu menyetir cerita. Sehingga karakter yang dimunculkan dalam sebuah film biasanya memiliki kesan yang amat mudah untuk diingat.

Misalnya saja ada pemain film bernama Ari adalah seorang pria berusia 30 tahun, zodiak scorpio, homoseksual, gemar memasak, pernah pacaran sekali dengan seorang perempuan, namun dalam film tersebut ia berhasil melawan rasa ketidaksukaannya terhadap diri sendiri dan kembali menjadi pria tampan dan gentle setelah bertemu seorang wanita.

Karakter ini akan menjadi sia-sia jika kita hendak membuat plot brutal berupa serangan alien, dan membuat Anto mati di dalam serangan tersebut. Mungkin dalam adegan tersebut penonton hanya akan mendapatkan informasi bahwa ada seorang laki-laki kemayu yang berteriak “tolong!” sebelum ia ditembak mati oleh seekor alien.

Seperti namanya, character-driven scenario menggunakan karakter didalamnya untuk menyetir cerita. Untuk jenis ini, demikian pentingnya satu karakter dalam skenario tersebut sehingga tidak dapat digantikan dengan karakter yang lain. Berbeda dengan plot-driven scenario dimana peristiwa demi peristiwa datang menghampiri karakter utama demi penceritaan, justru keberadaan karakter itulah yang akan mendatangkan kejadian-kejadian. Setiap karakter (apalagi karakter utama) sudah sepantasnya memiliki deskripsi yang sangat mendetail, yang nantinya akan menjadi acuan bagi kemunculan peristiwa-peristiwa, satu demi satu.


tiffany lestari

Fany adalah penulis aktif dan juga frelancer, menjadi admn beberapa media nasional dan juga blogger. sudah banyak artikel dan tulisannya di terbitkan di media seperti hipwee, dan sejenisnya..

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *